Pemeriksaan dan Penanganan Gangguan Kepribadian Ganda

Gangguan kepribadian ganda ialah keadaan di mana terdapat dua atau lebih kepribadian yang berbeda di dalam diri seseorang. Dua sosok ini masing-masing berdiri sendiri. Kekerasan jasmani, emosionil, atau seksual yang terjadi secara berulang-ulang pada masa kecil berisiko menyebabkan kepribadian ganda.

Kepribadian ganda diketahui juga dengan sebutan gangguan identitas disosiatif (dissociative identity disorder). Sebenarnya, beberapa orang pernah mengalami disosiatif ringan, semisal melamun atau hilang arah ketika sedang melakukan sesuatu. Namun, kepribadian ganda ialah wujud dari gangguan disosiatif yang sudah berat. Pedoman dan gejala pada gangguan kepribadian ganda ini perlu dipastikan bukan timbul karena efek obat-obatan seperti narkoba, alkohol, atau penyakit tertentu seperti ayan atau tumor otak.

Untuk menetapkan diagnosis kepribadian ganda, pasien perlu mencapai pemeriksaan oleh spesialis kejiwaan atau dokter. Pemeriksaan ini termasuk pemeriksaan jasmani, evaluasi medis kejiwaan, dan pemeriksaan penyokong seperti tes darah atau urin untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan obat atau zat tertentu.

Selain itu, sejauh ini belum ada pengobatan kepribadian ganda yang secara khusus dapat menyembuhkan kepribadian ganda. Penanganan yang umumnya direkomendasikan ialah lewat kombinasi terapi psikologis, di antaranya psikoterapi atau konseling dan terapi perilaku, disertai pemberian obat-obatan. Sebab gangguan kepribadian ganda ini seringkali disertai adanya permasalahan kejiwaan lain, seperti depresi dan kecemasan, obat antidepresan dan obat penenang mungkin akan diresepkan untuk mengatur gejala.

Respons masing-masing orang dengan kepribadian ganda berbeda-beda, namun umumnya terapi dapat membantu menangani gejala seandainya dilaksanakan secara rutin. Terapi juga berperan untuk mencegah munculnya permasalahan psikologis dan perilaku berhubungan gangguan kepribadian ganda.

Orang dengan kepribadian ganda mungkin akan kesusahan dalam menjaga relasi dengan orang-orang di sekitarnya, dapat menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain, atau menyalahgunakan obat-obatan. Terapi yang akan dijalani oleh penderita akan berkonsentrasi supaya penderita nyaman berhubungan dengan orang lain dan mencegah penderita melakukan hal-hal berbahaya.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>