Thursday, March 25, 2021

Cara Menjinakkan Burung Kutilang Liar dengan Cepat

Must Read

Salah satu jenis burung kicau yang cukup banyak dipelihara di Indonesia adalah burung Kutilang. Pasalnya, burung ini terkenal akan keindahan bulu dan suara kicauannya. Namun, saat ini banyak penjual yang menawarkan burung Kutilang liar. Untung saja, cara menjinakkan burung Kutilang terbilang cukup mudah, jadi pemilik tidak perlu khawatir. 

Saat masih liar, burung Kutilang dapat melakukan tindakan yang merugikan pemilik. Mulai dari melukai pemiliknya hingga menembus terbang keluar kandang. Bila pemilik tidak mengetahui caranya, maka proses penjinakan burung Kutilang akan memakan waktu yang lama. Sebaliknya, jika caranya sudah diketahui dan dilakukan dengan tepat, pasti burung Kutilang akan segera jinak.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik untuk mengetahui cara menjinakkan burung Kutilang yang benar. Ingin tahu bagaimana caranya? Simak penjelasannya sebagai berikut : 

1. Memulai Perawatan Sejak Bayi 

Langkah terpenting dalam menjinakkan burung Kutilang adalah membelinya sejak bayi. Bahkan, lebih baik lagi jika pemilik mampu membelinya sejak baru keluar dari telur. Tanda burung yang baru lahir adalah masih belum memiliki bulu. 

Memulai perawatan sejak burung Kutilang lahir akan sangat membantu proses penjinakannya. Pasalnya, burung akan berpikir bahwa pemiliknya sekarang adalah induknya. Selain membantu menjinakkan burung, membeli burung dari lahir juga dapat mempengaruhi kualitas suara kicauannya.

Burung Kutilang tidak akan mengikuti suara induknya. Pemilik dapat memperdengarkan suara masteran nantinya agar burung Kutilang dapat berkicau dengan lebih baik. Merawat burung Kutilang dari bayi juga dapat memperkecil potensi burung terserang kuman penyakit.

2. Jauhkan Kutilang Peliharaan dari Kutilang Liar

Selanjutnya, jauhkan burung Kutilang yang dipelihara dengan Kutilang liar. Dikhawatirkan, anakan Kutilang akan mengikuti tingkah laku Kutilang liar. Tentu saja perilaku burung Kutilang yang dirawat dan diajari dengan baik akan berbeda dengan burung yang liar, kan?

Belum lagi jika burung peliharaan mengikuti suara kicauan Kutilang liar yang kebanyakan kurang bagus. Bila burung Kutilang yang dipelihara dekat dengan Kutilang liar, maka proses penjinakan akan semakin sulit.

3. Cara Menjinakkan Burung Kutilang dengan Terapi Makanan

Selanjutnya, pemilik dapat melakukan terapi makanan untuk menjinakkan burung Kutilang liar. Cara ini dapat dilakukan dengan memasukkan burung liar ke dalam kandang baru. Awalnya, burung Kutilang liar pasti akan terlihat sangat agresif. Kutilang liar akan memberontak dan ingin kabur dari kandangnya.

Namun, sebagai seorang pemilik, jangan takut untuk mendekati burung. Sebaliknya, pemilik justru harus berani menjinakkannya menggunakan terapi makanan. Cara ini dinilai sangat efektif untuk membuat burung merasa tenang.

Dalam melakukan cara ini, pemilik harus mengetahui makanan apa saja yang disukai burung Kutilang. Beberapa diantaranya adalah buah-buahan, biji-bijian, hingga serangga. Pemilik juga dapat memberikan voer yang sudah mengandung mineral dan vitamin. 

Untuk pemberian buah-buahan, pemilik dapat memilih pisang atau pepaya yang bertekstur lembut sehingga burung mudah mencernanya. Sementara untuk serangga, pemilik dapat memberikan jangkrik, ulat hongkong, dan kroto segar. Pakan serangga ini sebaiknya jangan diberikan terlalu sering, cukup beberapa hari sekali saja.

Nah, terapi makanan ini dilakukan dengan cara memberikan banyak makanan dalam sangkar. Bila pemilik memiliki keberanian untuk memberi makan secara langsung, pemilik juga dapat melakukannya. Gunakan sarung tangan yang cukup tebal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kemudian, letakkan pakan pada sarung tangan dan biarkan burung makan secara langsung dari tangan pemiliknya. Cara ini dapat membangun relasi antara burung dengan pemiliknya. Selain itu, kepercayaan burung terhadap pemiliknya juga akan semakin bertambah. 

4. Jangan Menjenguk Burung Terlalu Sering

Layaknya manusia, burung membutuhkan waktu untuk beradaptasi di tempat baru. Tentu saja manusia akan ketakutan bila berada di lingkungan yang baru dan masih dalam masa adaptasi. Begitu pula dengan burung, yang membutuhkan ketenangan dalam masa adaptasinya. 

Saat pertama kali menempati lingkungan yang baru, burung Kutilang liar akan berusaha beradaptasi. Oleh karena itu, sebaiknya pemilik memberi burung ketenangan dengan cara tidak terlalu sering menjenguknya. 

Intensitas menjenguk burung yang terlalu sering dapat membuat burung merasa stres. Jika pemilik jarang menjenguk burung, maka burung tidak akan merasa terancam sehingga menurunkan tingkat ketakutannya. Semakin lama, burung akan semakin nyaman dan mulai bisa beradaptasi. 

Namun, bukan berarti pemilik tidak boleh menjenguknya sama sekali. Pemilik harus tetap melakukan pengecekan akan ketersediaan minum dan makan agar burung tidak mati kehausan atau kelaparan. 

5. Memanggil Nama Burung

Cara menjinakkan burung Kutilang selanjutnya adalah dengan rajin memanggil nama burung. Saat burung pertama kali datang, berikan nama dan biasakan untuk memanggil burung dengan nama tersebut. 

Pemanggilan nama ini dapat dilakukan saat pemilik sedang berinteraksi dengan burung. Saat membersihkan kandang, memandikan, atau memberikan burung makan, pemilik juga dapat bersiul sambil memanggil namanya. Cara ini akan membantu membangun keakraban antara burung dengan pemiliknya sehingga burung semakin cepat jinak. 

6. Melakukan Terapi Mandi

Selanjutnya, ada cara yang terbilang agak kejam, yakni terapi mandi. meskipun cara yang satu ini terlihat seperti pemaksaan, tapi efeknya sangat luar biasa untuk menjinakkan burung liar. Pemilik hanya perlu memandikan burung hingga tubuhnya basah kuyup.

Akibat terapi mandi ini, burung mungkin akan melakukan perlawanan atau pemberontakan. Namun, pemilik tidak perlu khawatir. Pasalnya, burung Kutilang yang basah kuyup pasti akan kelaparan setelah mandi. Dengan demikian, pemilik dapat kembali melakukan terapi makanan. 

Namun, jangan lupa untuk memperhatikan durasi mandinya. Jangan sampai Kutilang dibiarkan terlalu lama dalam keadaan basah kuyup. Bukannya jinak, burung Kutilang justru dapat jatuh sakit hingga mati kedinginan. 

7. Mengatur Posisi Kandang

Burung Kutilang yang masih dalam masa adaptasi membutuhkan lingkungan yang tenang. Pasalnya, burung Kutilang masih takut, ragu, dan canggung dengan keadaan di sekitarnya. Oleh sebab itu, pemilik harus sangat memperhatikan posisi kandang agar Kutilang tetap nyaman.

Saat masih dalam masa adaptasi, letakkan kandang di tempat yang tinggi. Usahakan pula untuk meletakkan kandang di tempat yang jauh dari keramaian atau suara bising. Selain itu, pastikan posisi kandang aman agar burung terhindar dari pemangsa.

Namun, hal ini hanya dilakukan untuk sementara waktu hingga burung Kutilang berhasil beradaptasi dan mulai jinak. Memang butuh waktu yang cukup lama untuk menjinakkan burung yang satu ini. Bila burung sudah mulai beradaptasi, ubah posisi kandang sedikit demi sedikit.

Beberapa minggu kemudian, turunkan posisi kandang agak lebih rendah. Minggu setelahnya lagi, pemilik dapat menurunkan posisi kandang lagi. Lakukan secara bertahap hingga burung benar-benar sudah terbiasa tinggal di tempat yang rendah dan banyak suara bising. 

8. Selalu Jaga Kebersihan Kandang

Terakhir, pemilik perlu menjaga kebersihan tempat tinggal burung agar burung semakin jinak. Burung yang merasa tidak nyaman dengan lingkungan tempat tinggalnya pasti akan melakukan pemberontakan. Layaknya manusia, burung juga tidak ingin tinggal di tempat yang penuh kotoran. 

Untuk itu, penting bagi pemilik untuk selalu memperhatikan kebersihan kandangnya. Selain untuk menjinakkan burung, pembersihan kandang juga bertujuan untuk menjaga kesehatan burung. Kotoran yang menumpuk akan menjadi sarang bakteri dan kuman penyakit. 

Sebaiknya, bersihkan kandang burung dalam dua hari sekali. Pemilik dapat membersihkan kandang menggunakan semprotan air dan sabun cuci piring. Jangan lupa untuk membersihkan alas kandangnya juga!

Itulah 8 cara menjinakkan burung Kutilang dengan cepat. Selain itu, ada baiknya bila pemilik melatih burung seorang diri agar Kutilang semakin akrab dan mengenali pemiliknya. Dalam menjinakkan burung, diperlukan ketelatenan dan kesabaran yang tinggi.

 

Latest Posts