Thursday, March 25, 2021

Mampukah Cristiano Ronaldo Menepati Janji Membawa Juventus Melangkah Lebih Jauh?

Must Read

Untuk pertama kali, Cristiano Ronaldo kembali ke negara asalnya Portugal sebagai pemain Juventus dalam pertandingan melawan Porto. Setelah menelan kekalahan 1-0 di tangan Napoli Sabtu lalu membuat Juventus tertinggal 8 angka dari Inter Milan sebagai pemuncak. Jelang laga Juventus melawan Porto, pemain dengan julukan CR7 itu berambisi untuk meraih kemenangan.

Liga Champions masih menjadi salah satu trofi yang bisa Juventus dapatkan musim ini. Di bawah komando pelatih Andrea Pirlo, performa Juventus cukup menjanjikan sebab belum lama ini meraih trofi Piala Super Italia. Menjelang babak 16 besar Liga Champions, pemain bintang Juventus itu penuh sukacita dan tidak sabar untuk berlaga.

Cristiano Ronaldo berjanji akan membawa Juventus hingga ke final Liga Champions dengan berusaha sekuat mungkin. Setelah musim lalu, Juventus tersingkir oleh Lyon dalam babak 16 besar Liga Champions. Klub berjuluk Si Nyonya Tua itu kalah gol tandang dengan skor akhir 2-2.

Liga Champions pun masih jadi trofi yang sudah cukup lama belum mampir lagi ke lemari Juventus. Cristiano Ronaldo berjanji membawa Juventus untuk melebarkan sayapnya di Liga Champions musim ini. Tentu pemain berkebangsaan Portugal itu ingin menambah koleksi trofi menjadi enam kali.

Jika tidak disadari sejak dini, ada sebuah bahaya menanti Juventus di Liga Champions. Ketergantungan pada Ronaldo bisa berakibat fatal, dengan kata lain saat Ronaldo berhasil dimatikan, maka peluang Juventus bisa hancur. Berdasarkan fakta, semua gol Juventus dalam 2 musim terakhir Liga Champions hanya dicetak oleh Ronaldo.

Seperti halnya saat Lyon dan Atletico Madrid berhasil mematikan Ronaldo yang akibatnya Juventus tersingkir. Kejadian serupa tentu tak boleh terulang, Juventus harus segera menemukan pencetak gol lain. Jadi selamanya, kehadiran Ronaldo jadi hal yang positif, Juventus harus segera mencari opsi lain agar terbebas dari ketergantungannya.

Pertandingan Pertama Melawan Sang Sahabat Pepe

Jika Juventus berhasil mengemas gol terlebih dengan kemenangan telak pada laga mendatang, langkah menuju babak perempat final akan lebih mudah. Anak asuh Andrea Pirlo ini kemungkinan akan lebih termotivasi. Tak hanya jadi laga yang berat bagi kedua kesebelasan tersebut, tapi juga sangat berarti bagi Cristiano Ronaldo dan Pepe.

Keduanya merupakan sahabat dekat namun tak pernah bermain dalam satu lapangan sebagai musuh sepanjang karir keduanya. Terlebih keduanya berasal dari satu tim nasional yang sama yaitu timnas Portugal. Keduanya juga sukses mengantarkan kejayaan Portugal di kompetisi tertinggi level Timnas.

Sebelumnya, Ronaldo dan Pepe telah bermain bersama sebagai rekan satu tim di  Real Madrid. Duel Porto melawan Juventus ini akan memperebutkan tiket perempat final Liga Champions. Bisa jadi pertandingan 2 x 45 menit itu bakal merusak persahabatan.

Meski demikian, dua sahabat karib tersebut tetap akan saling bentrok di pertandingan nantinya. Pepe mengaku akan bersikap profesional walau memiliki ikatan persahabatan yang kuat dengan Ronaldo. Keduanya telah mengantisipasi pertandingan yang bakal berjalan sengit dan mempersiapkan segalanya.

Disinggung kiat untuk melawan Ronaldo, Pepe mengaku telah mempersiapkan pelatihan khusus. Sepanjang karirnya, dirinya belum pernah benar-benar bermain melawan Ronaldo oleh karena itu ini menjadi pertandingan istimewa. Terlepas dari ambisinya untuk menghentikan ketajaman sang sahabat, Pepe menyebut pertandingan nanti semata-mata menjadi pertarungan dirinya dengan Ronaldo.

Petualangan Ronaldo Hampir Usai

Pemain yang telah menginjak usia 36 tahun ini mengaku bahwa masanya di sepakbola hampir berakhir. Meski demikian, Ronaldo berjanji akan terus memberi yang terbaik di lapangan. Dirinya  merasa waktu berlalu dengan cepat, rasanya semua baru dimulai kemarin tapi perjalanan ini sudah hampir berakhir.

Berawal dari Madeira ke Lisbon hingga Manchester ke Madrid telah dilaluinya. Tetapi yang terpenting adalah selalu berusaha memberikan versi terbaik dari dirinya. Ronaldo berterima kasih atas semua dukungan yang sangat berarti dan memiliki tempat khusus di hatinya.

Di usianya yang tak lagi muda, Ronaldo terus memecahkan rekor dengan gol-golnya. Musim lalu saja, sukses meraih rekor sebagai pemain Juventus paling banyak mencetak gol dalam satu musim. Ronaldo melampaui catatan legenda klub Felice Borel yang bertahan selama 95 tahun dengan mengemas 37 gol.

Musim ini menjadi tahun ketiga Ronaldo berseragam Juventus dan telah membawa 2 gelar juara Liga Italia dan Piala Super Italia. Kesuksesan karir sepakbolanya bahkan sudah membuatnya merasakan gelar di liga Inggris, Spanyol, dan Italia. Selain itu, Ronaldo juga mampu membawa Timnas Portugal merebut Piala Eropa serta meraih lima gelar Ballon d’Or.

Dalam sebuah postingan video di Instagram pribadinya, Ronaldo mengungkapkan janjinya pada Juventus. Dirinya menuliskan bahwa tengah bersiap untuk musim ketiganya dengan ambisi yang lebih tinggi dari sebelumnya. Dengan seluruh kekuatannya dan bantuan rekan satu tim serta semua staf Juventus, squadnya siap menaklukkan Italia, Eropa hingga Dunia.

Menaklukkan Eropa dalam artian mempersembahkan gelar juara Liga Champions pada Juventus. Apalagi, terakhir kali Juventus memperoleh gelar juara Liga Champions 25 tahun yang lalu. Ronaldo pasti ingin menambah koleksi trofi Liga Champions, yang belum pernah didapatkan bahkan bersama Manchester United dan Real Madrid.

Janji Ronaldo pada Juventus

Setelah liburan natal dan tahun baru, pemain andalan Juventus itu berjanji bakal bermain lebih baik dari sekarang. Meski dalam beberapa tahun terakhir performa Juventus di Liga Champions cukup buruk, Ronaldo tetap optimis. Sejak bergabung dengan Juventus pada tahun 2018 lalu, belum sekalipun menembus semifinal, apalagi UEFA Champions League (UCL).

Walau demikian, skuad Juventus terus menetapkan target lebih tinggi setiap musimnya tak terkecuali musim ini. Andrea Pirlo sebagai pelatih baru Juventus menggantikan Maurizio Sarri juga bersiap untuk menampilkan performa terbaik tim asuhannya. Disisi lain, Juventus sedang bergerak mencari pemain baru di bursa transfer.

Kedatangan Cristiano tentu menjadi harapan besar agar bisa menggenggam kemenangan, terlebih terakhir kali Juventus meraih gelar juara UCL pada tahun 1996.  Ronaldo juga menekankan janjinya untuk memberikan yang terbaik dalam laga tandang ke markas Porto. Dirinya berjanji akan mengerahkan 100 persen fokusnya.

Sebagaimana diketahui, Juventus menutup pertandingan Serie A Italia tahun 2020 dengan kekalahan telak 0-3 atas Fiorentina. Kekalahan itu membuat tim naungan pelatih Andrea Pirlo turun menempati posisi ke enam dalam klasemen sementara. Hal ini tentunya jadi tamparan keras baik bagi para pemain maupun pelatih.

Terlebih, musim lalu skuad Juventus mengalami performa yang buruk dan menerima hasil yang jauh dari harapan. Menjadi laga penutup tahun, 2020 menjadi istimewa karena banyak hal tak terduga yang terjadi. Mulai dari protokol COVID, stadion kosong, laga yang ditunda, penghentian panjang hingga kalender yang sangat ketat.

Tapi ini bukan jadi alasan untuk apa pun termasuk penurunan performa timnya. Ronaldo menuturkan bersama tim akan bermain lebih baik dan menang dengan cara yang lebih konsisten. Karena Juventus tidak bisa menerima apa pun yang tidak unggulan di lapangan.

 

Latest Posts