Thursday, March 25, 2021

De Gea Tampil Buruk Membuat Manchaster United Bernasib Seri 3-3, Pertanda Apa Ini?

Must Read

Membuka aktivitas pagi dengan menyaksikan pertandingan mendebarkan antara Manchester United dan Everton menjadi rutinitas setiap akhir pekan. Kedua klub bola asal Negara Inggris ini, kembali meramaikan media sosial dengan penampilan keduanya pada dini hari (7/02/2021). Bertepatan dengan ajang Liga Utama Inggris yang memasuki pertandingan ke-23 dari 38 pertandingan yang ada.

Pertemuan keduanya yang berhasil membawa para netizen baper menjadi puncak kesuksesan keduanya. Pasalnya pada pertandingan yang diselenggarakan di Stadion Old Trafford dini hari tersebut, kedua kubu berhasil bersaing secara jentel, dan berakhir seimbang. Baik Manchester United maupun Everton berhasil meraih gol sebanyak 3-3. Dengan begitu pertandingan berakhir seri pekan ini.

Keagresifan yang ditunjukan MU terlihat dari data statistik yang menunjukan penguasaan bola pada pertandingan kali ini. Bola yang dominan berada ditangan MU ini diakumulasi mencapai 62%, dengan akumulasi tersebut para penonton tentu sudah memprediksi bahwa kemenangan mutlak milik anak didik Solskjaer. Tetapi sayang pada penghujung pertandingan kedua klub harus bernasib sama.

Solskjaer Atur Anak Buah Dengan Formasi 4-2-3-1

Pada pertandingan kali ini, Manchester United yang berada dibawah naungan Solskjaer bisa sedikit tenang. Lawan yang akan dihadapi, yakni Everton bukanlah lawan yang terhitung berat. Pertemuan pada pertandingan sebelumnya selalu membawa anak asuh Solskjaer unggul dengan perolehan yang memuaskan. Dengan kemenangan yang sempat diraih ini, tentu memberikan para pemain kepercayaan diri untuk tampil.

Terlebih lagi melihat urutan dalam klasmen yang terpaut jauh memberikan Solskjaer kesenangan sementara. Saat ini MU menempati peringkat ke-2 dalam klasmen, dengan memegang poin sebanyak 45 poin. Sedangkan untuk sendiri Everton, berhasil naik peringkat setelah menang pada pertandingan  pekan lalu, dan kini menduduki peringkat ke-6 dengan perolehan poin mencapai 37.

Formula pemain yang digunakan kali ini adalah 4-2-3-1, sebagai pusat pertahanan De Gea diturunkan ke lapangan untuk menjaga gawang. Empat pemain yang dikerahkan untuk melapisi pertahanan De Gea adalah A. Wan-Bissaka, yang dibantu V. Lindelof, juga H. Maguire dan yang terakhir L. Shaw. Pertahanan yang terbentuk oleh kelima pemain handal ini membuat pertandingan babak pertama berlangsung lama.

Selain menempatkan kelima pion pertahanan yang baik, Solskjaer juga memberikan kekuatan besar pada lini depan. Hadirnya E. Cavani dan Bruno Fernandes pada lini depan, menjadikan serangan yang diarahkan Manchester United menjadi berbobot. Penampilan kedua pemain handal ini, juga dibuktikan dengan gol yang diberikan pada pertandingan kali ini. Dimana masing masing diantara keduanya mampu menyumbangkan satu gol.

Pada lini tengah, Manchester United juga menurunkan S. Mctominay untuk melapisi pertahanan lini belakang. Selain itu, kehadiran partner utamanya dalam beberapa pertandingan terakhir yakni P. Pogba menambah kekuatan lini tengah MU. Pertahanan berlapis serta lini depan yang super power menjadikan Everton sedikit kesulitan menembus masuk zona terdalam miik MU.

Jalanya Pertandingan Babak Pertama

Selisih poin yang cukup tinggi antara Manchester United dan Everton, nyatanya tidak membuat pertandingan berlangsung pasif. Melihat situasi lapangan pada pertandingan Manchester United sebelumnya, yang berujung dengan kekalahan membuat MU harus tampil lebih baik pada pertandingan kali ini. Usaha Solskjaer terlihat sedari awal babak pertama yang mengerahkan seluruh anak didiknya untuk berusaha menampilkan yang terbaik.

Pertandingan yang diselenggarakan di Old Trafford berawal dengan aksi memukau E. Cavani pada menit ke-24. Berada dalam barisan lini depan, menjadikanya sebagai kunci kemenangan MU. Serangan yang dilancarkan dalam menyerang pertahanan lawan, yang tentunya dibantu dengan Bruno Fernandes dan M. Greenwood dan juga M. Rashford membuahkan hasil yang tidak sia-sia.

Perolehan sementara menjelang menit ke-25 masih membawa Manchester United memimpin dengan satu poin. Setelah mencetak gol perdananya pada pertandingan kali ini, MU mengatur strategi baru dengan mengganti P. Pogba. Dengan mengganti gelandangnya dengan gelandang pada menit ke-39 dengan yang baru,  yakni Fred menjadikan Everton berwaspada dengan serangan yang akan kembali dilancarkan.

Pergantian pemain ini membawa keberuntungan bagi Manchester United. Benar saja, belum genap sepuluh menit memasuki lapangan, gelandang barunya berhasil membawa pemain lini depan menuju pertahanan terdalam Everton. Gol kedua tercipta melalui tendangan Bruno Fernandes yang sekaligus menyusul rekanya E. Cavani menyumbangkan gol. Wajah Solskjaer mulai sumringah dengan pencapaian babak pertama ini.

Babak pertama ditutup dengan gol dari Bruno Fernandes yang sekaligus menandai keseriusan Manchester United dalam memperoleh skor untuk mengejar Manchester City. Para penonton mulai menebak akhir ajang akan berakhir tragis bagi Everton. Wajah lega juga ditunjukan para pemain karena berhasil membawa klub kebangganya memimpin pada babak pertama. Namun, keberuntungan yang dikantongi babak pertama tidak berlaku pada babak ke-2 nantinya.

Everton Mengejar Ketertinggalan Pada Babak Ke-2

Memasuki babak ke-2, kondisi lapangan yang diselimuti dengan atmosfer panas membuat kedua klub bertanding panas. Sepanjang jeda istirahat, menjelang pergantian babak bisa dilihat usaha Carletto  dalam memompa penampilan klubnya. Berbagai upaya dilakukan untuk membuat Everton mengejar ketertinggalan dan memimpin sebisa mungkin. Selain itu, beberapa strategi baru diarahkan untuk membantu para pemain membendung serangan MU.

Usaha Carletto tidak sia sia kali ini, beberapa untaian kata yang diutarakan berhasil membuat para pemain Everton bangkit. Buktinya dapat dilihat pada menit ke-49, yang membuat Solskjaer harus mengerutkan kening. Menyusul Manchester United dengan tendangan dari A. Doucoure, Everton berniat menyamakan kedudukan. Belum mencapai lima menit pertandingan babak ke-2 dimulai, perolehan saat ini 2-1.

Formasi yang digunakan Everton kali ini memang membawa keberuntungan. 4-3-2-2 menempatkan beberapa pemain andalan berada di lini terdepan. D. Calvert-Lewin, Richarlison, J. Rodriguez menjadi pilihan utama Carletto dalam mengejar ketertinggalan dari Manchester United pada pertandingan dini hari tersebut. Lini depan Everton juga dapat dibilang memberikan pukulan yang keras terhadap pemain bertahan MU. Dan itu dibuktikan dengan gol yang berhasil diraihnya.

Kejutan tercipta pada menit ke-52. Setelah dibantai pada babak pertama, kini giliran Everton menunjukan keganasan pada anak didik Solskjaer. Menyusul gol yang dilakukan A. Doucoure, J. Rodriguez menyumbangkan tendangan apiknya pada pertandingan kali ini. Dengan begitu menginjak menit ke-53 sementra ini kedudukan mulai seimbang. Kedua belah tim, sama-sama membawa poin sebanyak 2 gol.

De Gea Tampil Buruk Membuat Manchester United Bernasib Seri

Pertandingan kali ini antara Manchester United melawan Everton berakhir seimbang dengan perolehan 3-3. Usaha MU untuk menghindarkan diri dari kejaran Everton terlihat pada menit ke-70 dimana S. Mctominay berusaha membawa klubnya lebih unggul. Gol ketiga Manchester United mencapai puncaknya dengan adanya tendangan S. Mctominay selaku gelandang. Wajah suram Solskjaer mula kembali seperti sedia kala.

Baru saja menciptakan gol, salah satu pemain MU berulah dengan pelanggaran yang dianggap tidak perlu. Kartu kuning didapatkan oleh L. Shaw selaku pemain bertahan pada menit ke-73. Carletto memanfaatkan peluang ini untuk menggantikan salah satu gelandangnya. Pada menit ke-75 A. Iwobi masuk dengan menggantikan T. Davies. Masuknya gelandang baru ini, memberikan serangan Everton semakin berbobot.

Menjelang akhir pertandingan D. Calvert Lewin bangkit. Kebangkitan penyerang utama Everton ini menjadi pertanda kemenangan Manchester United. Dan benar saja, Everton mengejar MU dengan satu gol persembahan D. Calvert Lewin. Dengan itu, babak ke-2 ditutup dengan persaman gol dari kedua klub. Wajah sumringah dapat dilihat dari Carletto, dan sebaliknya Solskjaer harus menampakan aura seramnya.

 

Latest Posts