Thursday, March 25, 2021

Ronaldo Bawa Juventus Hadang Atlanta Di Final Piala Italia

Must Read

Pekan ini menjadi ajang penentu siapakah yang akan menjadi raja dari Liga Italia. Pada 10 Februari 2021 Juventus bertemu dengan Inter Milan. Pertemuan keduanya berlangsung begitu ramai, juga banyak diperbincangkan hingga saat ini. Pasalnya pada pekan ini, menjadi babak penentu siapakah yang akan masuk ke final Piala  dan membawa pulang trofi Piala Italia.

Hasil pertandingan yang sudah berlangsung, jelas menunjukan Juventus akan memasuki lapangan guna merebutkan gelar juara pada musim ini. Akan tetapi lawan yang sepadanakan menantinya digerbang final nanti. Atlanta yang memiliki kekuatan setara, bisa menjadi ancaman Juventus dalam memenangkan ajang Piala Italia. Dapat dipastikan dengan mencetak gol terbanyak pada pertandingan dini hari (11/02/2021) mau tidak mau Atlanta harus menghadapi serbuan Cristiano Ronaldo.

Pada pertandingan kemarin, yang dilaksanakan di markas besar Juventus yakni Stadion Juventus (10/02.2021). Kedua tim bertanding seimbang. Bisa dilihat bahwa Milan begitu antusias dalam pertandingan kali ini, juga menampilkan penampilan terbaiknya. Dilihat penguasaan bola yang mampu ditorehkan pada pertandingan ini mampu mencapai 51% sedangkan Juventus hanya bisa menguasai 49% saja.

Peluang yang dimiliki Inter Milan kali ini juga lebih banyak bila dibandingkan dengan Juventus. Jika melihat kemampuan klub asal Milan ini, sudah bisa ditebak bahwa keduanya tidak akan kalah dengan mudah. Pada pertemuan dengan Juve, Inter Milan berhasil melakukan tendangan sebanyak 21 kali. Namun, sayangnya dari 21 kali tendangan ini hanya 3 yang mampu mengarah ke gawang. Ketiga-tiganya gagal menembus gawang Juventus.

Fokuskan Pada Formasi, Juventus Bertahan Pada Babak Pertama

Pertandingan semifinal menjadi puncak dari ajang Piala Italia dan pertemuan Juventus melawan Inter Milan ini menjadi pertandingan yang dinantikan. Kedua musuh bebuyutan ini bukan hanya bersaing dalam meraih kedudukan di klasmen Liga Italia saja tetapi juga bersaing untuk memenangkan trofi musim ini. Pertandingan yang digelar di markas Juventus ini, membuat Ronaldo harus tampil apik, guna menghindari malu akibat gagal di markas sendiri.

Bukan hanya tidak mendapatkan gol pada pertandingan kali ini, tetapi kedua tim juga banyak melakukan pelanggaran. Dari 12 pelanggaran yang dilakukan Juventus, timnya hanya mampu memperoleh satu kartu kuning. Sedangkan dari pelanggaran yang dilakukan Inter Milan sebanyak 16 kali, 3 kartu kuning berhasil didapatkan pada pertandingan penutup kali ini. Tentu saja pelanggaran ini terjadi karena penempatan pemain pada formasi yang kurang tepat.

Formasi yang digunakan Juventus adalah 4-4-2. Dimana dalam formasi ini bukan hanya memperhatikan Lini belakang  saja, tetapi  juga lini tengah. Selain itu Lini depan selalu diutamakan khususnya dengan menempatkan sang bintang lapangan Cristiano Ronaldo. Pada bagian pertahanan Yakni lini belakang didukung dengan 4 pemain yang memang memiliki kemampuan bermain yang sangat luar biasa.

Penggunaan formasi ini memang sangat menguntungkan bagi Juventus. Selain dapat mempertahankan area pertahanan, juga bisa mendorong Juventus untuk melakukan serangan serangan mematikan terhadap Inter Milan. Dengan begitu kesempatan Inter dalam mendapatkan tiket menuju final akan semakin sempit. Strategi yang digunakan memang menjadi pendukung utama setia pertandingan, sehingga salah dalam memilih formasi akan berakibat fatal.

Ronaldo dan Kulovski menjadikan pertandingan kali ini berlangsung begitu panas. Kedua penyerang handal ini begitu bahu-membahu dan tolong-menolong dalam menggempur pertahanan Inter Milan. Tetapi meruntuhkan pertahanan Inter Milan bukanlah hal yang mudah. Permainan kedua penyerang handal ini nyatanya tidak dapat membobol gawang Inter Milan selama pertandingan berlangsung.

Inter Milan Tidak Mau Kalah Saing, Kerahkan Seluruh Pemain Terbaik Guna Babat Juventus

Tidak kalah strategi dengan Juventus. Inter Milan juga mengarahkan strategi terbaik untuk menghadapinya. Kesempatan kali ini formasi 3-5-2 digunakan untuk merebutkan tiket menuju final dari tangan Juve. Walaupun formasi yang digunakan begitu sederhana, tidak membuat kemampuan bermain Inter menurun. Terbukti bahwa Serangan yang dilancarkan Juventus berhasil dibendung tak kalah bertanding kali ini.

Dengan memfokuskan pada lini tengah ,Conte telah memikirkan strategi yang matang untuk menghadapi Juventus. Pertahanan pada lini tengah yang kuat selain berfungsi untuk mencegah terjadinya pembobolan gol, juga bisa mempermudah tugas para Penyerang yang diturunkan ke lapangan. Dengan demikian, tak heran apabila keduanya berhasil bertahan dan membuat satu sama lain tidak bisa memasukkan gol ke gawang yang ada.

Pertandingan yang dilakukan di markas Juventus, seharusnya mampu membuat klub Pirlo mendapatkan perolehan yang lebih tinggi. Tetapi, sayangnya kemampuan Cristiano Ronaldo harus menurun pada pertandingan melawan Inter. Alasan masuk akal keduanya tidak berhasil memasukan si bundar  kali ini karena lawannya yang sangat kuat. Selain itu, keduanya merasa layak masuk final.

Jalanya Pertandingan Babak Pertama

Babak pertama berjalan dengan begitu menegangkan. Atmosfer pada stadion menunjukkan ketegangan yang terjadi di antara kedua klub tampak begitu nyata. Terbukti bahwa keduanya saling baku hantam menyerang satu sama lain untuk mendapatkan perolehan yang lebih unggul. Menjelang menit ke-13 pemain dari Inter Milan melakukan pelanggaran dan membuat Milan mendapatkan 1 kartu kuning dalam babak pertama.

Bukan hanya Inter Juve juga ikut menyusul. Pelanggaran yang sudah dilakukan Inter Milan kembali disusul oleh Juventus pada menit ke-24. Serangan yang dilakukan Inter Milan berhasil membuat pasukan pertahanan Juve melakukan pelanggaran. Sehingga, lini belakang Juventus harus lebih berhati-hati pada pertandingan babak kedua nantinya, apabila tak mau kehilangan pemain akibat kartu nantinya.

Selain memperebutkan tiket menuju final pertandingan yang terjadi di antara Juventus dan juga Inter Milan ini menjadi ajang pembuktian, kelayakan keduanya mengeret pulang Piala Italia. Rasa malu akan menyelimuti Juventus, utamanya Cristiano Ronaldo apabila pada kali ini klubnya harus mendapatkan perolehan dibawah Inter Milan. Maka dari itu secara mati-matian, kedua klub harus menunjukkan penampilan terbaiknya.

Keduanya masih menduduki perolehan 0-0 pada babak pertama. Dengan begitu pada pertandingan babak kedua nantinya, keduanya harus lebih menunjukkan kemampuan bermain yang lebih baik lagi . Sehingga, bisa mencetak gol guna memenangkan pertandingan yang diselenggarakan pada ada (10/02/2021) dini hari.

Akhir Pertandingan Inter Milan VS Juventus

Pertempuran di antara keduanya membuat wajah para manajer ditekuk-tekuk. Lama Kelamaan serangan keduanya semakin membabi buta. Inter Milan mengganti pemain bertahan pada menit ke-65 seusai gelandangnya melakukan pelanggaran dan mendapatkan kartu kuning. Dengan mengganti pemain bertahan ini, dapat dilihat sebagai usaha Inter Milan untuk mengamankan gawangnya dari gempuran yang dilakukan Ronaldo.

Serangan yang dilakukan Inter Milan kini mencapai puncaknya pada menit ke-81. Dimana akhirnya manajer Juventus, memutuskan untuk mengganti gelandang dengan pemain bertahan dengan tujuan untuk mengimbangi permainan dari Inter. Tidak sampai disitu saja menjelang menit terakhir Juventus juga sempat mengganti pemainnya Penyerangnya. Serta berharap harap cemas pada menit terakhir,  Juventus mampu mengalahkan Inter Milan dengan kedudukan satu kosong.

Pada pertandingan kali ini, keduanya berakhir seimbang dengan perolehan 0-0. Dengan begitu  Juventus masuk menuju babak final, karena kemenangan kemenangan sebelumnya. Walaupun sempat beberapa waktu lalu Inter  menduduki peringkat ke-1 dalam ajang Liga Italia. Tidak menutup kemungkinan bagi Juventus untuk mengejar ketertinggalan. Terbukti semifinal membawa Juventus masuk menuju final dan bersiap-siap menghadapi Atlanta.

 

Latest Posts