Thursday, March 25, 2021

Dibungkam Monaco di Kandang Sendiri, PSG Gagal Mengkudeta Puncak Klasemen

Must Read

Penampilan buruk Paris Saint-Germain membuatnya dipecundangi AS Monaco di kandang sendiri dengan skor 2-0 pada pekan ke-26 Liga Prancis. Hasil pertandingan yang mengecewakan ini menjadi kegagalan PSG dalam mengurangi jarak dari pemuncak klasemen. Tim asuhan Mauricio Pochettino kini menempati urutan ketiga dengan perolehan poin 54 terpaut 4 point dari Lille.

Sementara bagi tim tamu Monaco, kemenangan ini sukses membawanya terus menyusuri jalur kemenangan. Sebab, raihan tersebut  menjadi rekor dengan tak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir yang dilakoni. Dibawah naungan pelatih Niko Kovac, Monaco sukses mengamankan posisi keempat dengan 52 poin.

Penampilan PSG kali ini berkebalikan dengan laga sebelumnya yang mengesankan ketika melawan Barcelona di Liga Champions. Bahkan harus mengalami kebobolan saat babak kedua baru 6 berlalu. PSG seolah kesulitan dalam menembus pertahanan Monaco namun beberapa peluang terbuang dengan percuma.

Gol pertama tercipta berkat Sofiane Diop yang berhasil mengonversikan umpan sundulan Ruben Aguilar di depan mulut gawang Les Parisiens. Tak mau tinggal diam, tendangan bebas Layvin Kurzawa belum tepat sasaran. Pada menit selanjutnya, Mauro Icardi mencoba peruntungan dengan melesatkan tendangan lob namun bernasib serupa.

Axel Disasi hampir saja mencetak gol untuk tim tamu di menit ke-22, namun sundulannya berhasil ditangkis oleh Navas. PSG membalas melalui sepakan jarak jauh Idrissa Gueye tapi juga masih melenceng. Babak pertama pun berakhir dengan PSG yang tertinggal satu gol.

Monaco sukses menggandakan keunggulan tepatnya pada menit ke 51 di babak kedua. Berkat aksi Ander Herrera yang mencoba membuang bola akan tetapi hasil sepakannya terlalu pelan. Guillermo Maripán yang berhasil merebut bola melesatkan tembakan ke pojok kanan gawang.

Meski squad Les Parisien telah berupaya mengejar ketertinggalan dengan menaikkan tempo permainan.  Moise Kean mencoba membuka peluang tetapi sundulannya dapat dijangkau kiper Benjamin Lecomte. Hingga waktu berakhir, serangan kedua tim yang silih berganti tak ada yang benar-benar mengancam gawang.

Performa Buruk Mbappe Membawa Keberuntungan Bagi Monaco

Pelatih Niko Kovac mengaku ngeri jelang pertandingan timnya melawan Paris Saint-Germain. Dirinya bahkan meminta timnya untuk waspada terhadap Kylian Mbappe yang tengah gemilang. Selain itu, Kovac juga memperingati anak asuhnya agar tidak melakukan duel satu lawan satu dengan striker PSG itu.

Namun, Mbappe menampilkan performa yang  berbeda saat memimpin laga kontra PSG dengan Monaco. Pasalnya pemain timnas Prancis itu gagal tampil gemilang layaknya performanya pada lima hari sebelumnya di Liga Champions. Performa Mbappe dengan tendangan bebas di area luar kotak penalti Monaco tidak mengancam gawang lawan.

Hanya berselang lima hari usai Mbappe dianggap telah merampas mahkota Lionel Messi sebagai pesepak bola terbaik di dunia. AS Monaco berhasil membuat Kylian Mbappe bertekuk lutut dengan Axel Disasi. Bahkan Kovac menuturkan memang secara fisik kecepatan Axel Disasi cukup membuat Mbappe kesulitan.

Keputusan Kovac yang dianggap tepat dengan mengedepankan Disasi daripada Djibril Sidibe di bek kanan. Sebab Disasi tampil disiplin dan tanpa kompromi sukses membuat Mbappe frustasi sepanjang laga. Rasa frustrasi Mbappe semakin nyata ketika dirinya menunjukkan gerak-gerik yang tak bersahabat pada Disasi.

Meski diketahui pada babak kedua laga tersebut, penguasaan bola PSG lebih banyak dibanding tim tamu. Beberapa media menyebutkan Mbappe hanya lima kali menyentuh bola di wilayah permainan AS Monaco selama 90 menit berlaga. Penyerang kebanggaan PSG itu hanya melepaskan satu tembakan saja di sepanjang pertandingan.

Catatan buruk lain PSG dalam laga kontra dengan AS Monaco pada pekan ke-26 tersebut adalah tidak adanya percobaan tembakan pada babak pertama. Baru kali ini PSG membuat kegagalan dalam pertandingan di Stadion Parc des Princes. Pelatih PSG, Mauricio Pochettino mengungkapkan bahwa timnya tak berada dalam level untuk meraih kemenangan.

PSG sendiri sudah 6 kali menelan kekalahan sepanjang musim ini. Alhasil, ambisi Mbappe dan kawan-kawan untuk mempertahankan gelar juara Liga Prancis mulai diragukan. Meski demikian, selama keadaan memungkinkan Pochettino mengaku akan terus berjuang.

Mbappe Bakal Hengkang, Pemerintah Perancis Ikut Turun Tangan

Diketahui, Mbappe menjadi sorotan setelah mencetak 3 gol ke gawang Barcelona dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Torehannya menjadi rekor sebagai pemain ketiga yang mencetak hattrick ke gawang Barcelona sepanjang sejarah Liga Champions. Meski performanya pada laga terakhir kurang memuaskan, keputusannya untuk hengkang dari PSG belum berubah.

Kylian Mbappe memang digadang-gadang sebagai pemain muda yang bakal menjadi bintang di masa depan. Bahkan banyak diantaranya yang menyebut dirinya sebagai penerus Cristiano Ronaldo. Semakin bersinar bersama, Paris Saint-Germain dengan mencatatkan 21 gol dari 29 penampilannya.

Aksi terbarunya yang jadi sorotan ialah kala membantu PSG membungkam Barcelona dengan skor 4-1 pada laga tengah pekan lalu. Penyerang asal Perancis itu juga masuk ke jajaran elite pemain yang sukses mencetak trigol ke gawang El Barca. Seiring dengan karirnya yang semakin menanjak, Mbappe pun dikaitkan dengan beberapa klub top Eropa seperti Real Madrid dan Liverpool.

Hal ini diperkuat dengan berita Mbappe yang akan meninggalkan PSG pada bursa musim panas mendatang. Keputusannya ini bisa menjadi peningkatan karir sepak bola yang luar biasa bagi Mbappe. Namun, pemerintah Perancis dikabarkan tak rela jika hal tersebut sampai terjadi.

Dikutip dari media setempat, pemerintah Perancis memohon kepada Mbappe untuk bertahan di PSG. Hal ini disampaikan melalui Menteri Olahraga Prancis Roxana Maracineanu. Dirinya menuturkan  bahwa publik membutuhkannya sebagai teladan untuk dijadikan panutan.

Masa bakti Mbappe bersama Les Parisiens memang hanya tersisa setahun lagi yang akan habis pada 30 Juni 2022 mendatang. Meski belum ada kabar mengenai kesepakatan baru perpanjangan kontrak, Mbappe mengaku bahagia menjadi bagian dari Les Parisiens. Mbappe mengatakan jika sangat bodoh memutuskan masa depan hanya dengan satu pertandingan.

Usai Menang, AS Monaco Berani Berulah

Sementara itu, tim tamu berada di belakang PSG di posisi keempat dengan perolehan 52 poin dari 26 pertandingan. Namun, AS Monaco malah mengeluarkan pernyataan nyeleneh melalui akun Twitter resmi klub usai kemenangan tersebut. Pernyataan tersebut menyindir Barcelona yang menyebutkan jika timnya berhasil mengalahkan PSG dalam dua pertemuan sepanjang Liga Prancis musim ini.

Memang benar jika Monaco telah membungkam PSG pada laga leg pertama dan kedua. Dalam pertemuan pertama, AS Monaco mengemas kemenangan dengan skor 3-2 pada Jumat 20 November 2020 lalu. Kylian Mbappe sempat mencetak brace, namun gol tersebut dibalas oleh brace Kevin Volland dan gol penalti Cesc Fabregas.

Kurang lebih cuitan itu berisi jika AS Monaco juga mengaku siap untuk menjadi tentor Barcelona yang kesulitan untuk mengalahkan PSG. Tak hanya itu, Monaco juga menambahkan Barcelona membutuhkan saran untuk mengirim DM. Pasalnya dalam Liga Champions, sementara sampai saat ini El Barca belum menemui kemenangan.

Sebelumnya, Barcelona menelan pil pahit kekalahan dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2020-202.  PSG berhasil membungkam El Barca dengan skor 1-4 di Stadion Camp Nou, Selasa 16 Februari 2021) yang lalu. Pada laga leg kedua nanti, Barcelona akan kembali berduel dengan PSG di Stadion Parc des Princes pada Rabu, 10 Maret 2021) mendatang.

 

Latest Posts