Monday, June 14, 2021

Sukses Pecundangi Lazio, Performa Wonderkid Bayern Jadi Sorotan

Must Read

Pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Bayern sukses meraih kemenangan 4-1 saat bertandang ke markas Lazio. Kemenangan ini berkat Robert Lewandowski, Jamal Musiala, Leroy Sane, dan bunuh diri Francesco Acerbi. Sementara Lazio memperoleh gol melalui tendangan Joaquin Correa.

Klub asal Jerman ini tampil tangguh sejak babak pertama dimulai dan mampu unggul 3-0. Raihan ini membuat Bayern bakal nyaman melakoni laga leg kedua pada 17 Maret mendatang sebagai tuan rumah. Sebab, Die Roten bisa tersisih jika Lazio mampu membalas dengan kemenangan 4-0.

Lazio sendiri menjadi klub Italia ketiga yang mengalami kebobolan empat gol atau lebih di ajang Liga Champions. Setelah Juventus yang kalah atas Real Madrid dengan skor 1-4 di babak Final pada tahun 2017. Sebelumnya juga ada Roma yang kebobolan 6 gol dari Barcelona pada tahun 2015.

Kekalahan telak Lazio atas Bayern Munich diakui Kiper Lazio Pepe Reina karena timnya kalah dari segi pengalaman. Dirinya juga menambahkan bahwa tim tamu menekan dengan sangat bagus, sementara timnya membuat beberapa kesalahan dalam mengoper. Meski demikian, Reina berharap timnya segera move on sebab harus kembali meniti jalur kemenangan.

Jalannya Pertandingan

Bayern tampil tajam sejak menit awal pertandingan, alhasil Lazio gugup hingga membuat kesalahan di menit kesembilan. Robert Lewandowski berhasil melewati Reina kemudian melesatkan bola ke gawang yang sudah kosong. Gol striker asal Polandia itu menjadi gol pertama yang untuk Bayern Munchen.

Bayern menggandakan keunggulan di menit ke-24, bermula dari operan Alphonso Davies pada Leon Goretzka. Kemudian bola yang diteruskan ke Jamal Musiala berhasil dikoversikan menjadi gol dari depan garis kotak penalti. Lazio yang berusaha memperkecil ketertinggalan melalui tendangan Sergej Milinkovic-Savic masih bisa diamankan Neuer.

Di menit ke-35, striker Lewandowski nyaris mencetak brace namun tendangannya sangat lemah dan bisa ditangkis Reina. Meski telah tertinggal dua gol, tim asuhan Simone Inzaghi itu berani membangun serangan melalui  umpan-umpan pendek. Lazio sempat mendapat peluang emas di menit ke-39 tetapi masih bisa dihadang pemain bertahan Bayern.

Pada menit ke-42 Bayern kembali memperbesar keunggulan berkat Kingsley Coman yang menggiring bola ke kotak penalty.  Sayangnya, tembakan yang dilesatkannya masih dapat ditepis oleh Reina. Leroy Sane yang berada di depan gawang sukses menyambar bola rebound membawa skor menjadi 3-0

Belum dua menit babak kedua berjalan, Bayern berhasil memperbesar skor menjadi 4-0. Sane yang menciptakan serangan balik dengan melakukan solo run kemudian melepaskan umpan silang. Bek Lazio, Francesco Acerbi yang mencoba mengantisipasi bola malah berakhir masuk ke gawang sendiri.

Tuan rumah dengan cepat memperkecil skor menjadi 1-4 usai gol Joaquin Correa berkat operan dari Luis Alberto. Bayern hampir kembali kebobolan namun Neuer berhasil melakukan penyelamatan dengan menepis bola ke tiang jauh. Kiper Timnas Jerman itu dengan tenang menghentikan laju bola tembakan Immobile.

Bayern mendapat lebih banyak kesulitan sepanjang babak kedua berjalan. Sebab Lazio tampil berani dengan melepaskan banyak tembakan meski belum berbuah gol tambahan. Hingga laga berakhir, Bayern mempertahankan keunggulan dengan kemenangan 4-1 pada leg pertama.

Perjalanan Karir Wonderkid Bayern

Jamal Musiala tengah jadi sorotan Liga Champions sebagai pemain Inggris termuda yang mencetak gol dalam laga kontra Bayern dengan Lazio.  Pertandingan ini menjadi spesial bagi Jamal Musiala sebab dirinya turun sebagai starter. Laga ini adalah pertama kalinya untuk gelandang serang muda itu berlaga di ajang Liga Champions.

Pada laga yang terselenggara di Stadion Olimpico itu, di menit ke-24 Musiala membuat gol kedua untuk Munchen. Berkat aksinya saat melepaskan tembakkan datar dari luar kotak penalty berbuah jadi gol. Musiala telah memainkan peran penting tim utama Die Roten musim ini.

Pemain berusia 18 tahun ini pertama kali mengenal sepakbola di tempat kelahirannya Jerman. Diketahui Jamal Musiala yang pernah memperkuat tim local, TSV Lehnerz setelah itu sebelum pindah ke Inggris mengikuti orang tuanya. Musiala sendiri merupakan pemain binaan akademi Chelsea sekaligus menjadi klub pertama yang dibelanya sejak 2011 sampai 2019.

Dirinya juga sempat memperkuat Timnas Jerman U-16 meski kini cenderung membela Three Lions kala itu. Setelah kembali ke Jerman, Musiala bergabung dengan Bayern berawal dari tim B, kemudian mulai dipromosikan ke tim utama musim 2020-2021. Debut Bundesliga pertamanya saat melawan Freiburg pada 20 Juni 2020 dan mencetak rekor sebagai pemain termuda Bayern di liga utama.

Catatan Unik Jamal Musiala

Jamal Musiala diketahui telah mengantongi berbagai catatan unik.  Tercatat, Jamal Musiala menjadi pemain termuda asal Inggris yang mencetak gol di Liga Champions musim ini. Pada saat usianya 17 tahun, dirinya menjadi pemain termuda kedua yang mampu mencetak gol di babak knock out.

Sebelumnya ada Bojan Krkic saat membela Barcelona dalam perempatan final pada 2008 melawan Schalke 04. Sepanjang musim ini Musiala sudah membuat tiga gol di ajang kompetisi Bundesliga.  Musiala mendapat gol Bundesliga pertamanya dalam pertandingan melawan Schalke pada 18 September 2020.

Performanya itu menjadi rekor sebagai pencetak gol termuda Bayern sepanjang sejarah di usia yang baru menginjak 17 tahun. Sebelumnya rekor tersebut dipegang oleh Roque Santa Cruz. Cruz mencetak gol pertama saat membela Munchen pada usia 18 tahun.

Sementara itu, Inggris nampaknya akan kehilangan sang pemain meskipun telah membela timnas Inggris dari level U15 hingga U21. Diperkirakan Musiala bakal memilih Jerman dan bergabung dengan squad timnas Jerman. Sebab dirinya berpotensi melakoni debut seniornya untuk negara itu bulan depan meski Gareth Southgate masih berupaya mengubah pikiran sang pemain.

Kesalahan Lazio Melakukan Blunder

Lazio melakukan banyak kesalahan saat menjamu tim Bayern Munchen Liga Champions sebagai juara bertahan. Kesalahan yang telah dibuat harus dibayar dengan kekalahan skor 4-1 atas Bayern Munchen. Bisa dibilang, jika satu kaki Robert Lewandowski dan timnya sudah berada di perempatan final Liga Champions.

Diawal babak kedua, bek Lazio melakukan blunder pada menit ke-47. Tepatnya karena kesalahan Francesco Acerbi saat mengantisipasi umpan silang Sane. Ketidakwaspadaannya, berbuah sebagai gol bunuh diri bagi tuan rumah.  

Pada menit ke-80, pemain Lazio kembali membuat blunder. Setelah Wesley Hoedt gagal mempertahankan bola di kakinya dengan baik sehingga dicuri Robert Lewandowski. Beruntungnya, upaya Lewandowski tersebut tak dioptimalkan, alhasil tidak membuahkan gol.

Tak hanya itu, Lazio memang klub yang sudah bertahun-tahun tidak tampil di babak 16 besar setelah absen selama 20 tahun. Oleh karena itu, beberapa pemain hanya berbekal sedikit pengalaman Liga Champions. Kekalahan ini dirasa wajar oleh Reina karena kesalahan melawan tim terbaik di dunia akan berakhir dengan penderitaan.

Kebobolan 3 gol di babak pertama pada pertandingan Liga Champions ini menjadi yang pertama kalinya bagi Lazio. Selain itu, kekalahan 4 gol dalam laga kandang Liga Champions adalah kedua kalinya sepanjang sejarah. Pertama kali terjadi pada tahun 2003 saat bertanding melawan Chelsea.

Latest Posts